Tampilkan postingan dengan label sedekah harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sedekah harian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2016

Keutamaan Sholat Dhuha; Bukan Untuk Rezeki

 
Kebanyakan Keutamaan sholat dhuha seringkali dikaitkan dengan rezeki. Jika kita mencari artikel tentang keutamaan sholat dhuha di Google, hampir semua pembahasan menjurus tentang rezeki. Bahkan banyak sekali motivator bisnis yang sangat menganjurkan untuk rutin melakukan sholat dhuha dengan tujuan melancarkan rezeki. Namun tahukah ukh semua, sebenarnya tidak cuma untuk  memperlancar rezeki.

Namun, apa sajakah keutamaan-keutamaan sholat dhuha yang sebenarnya? Simak ulasannya berikut:

KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA PERTAMA: SEBAGAI PENGGANTI SEDEKAH

“Pada pagi hari, setiap persendian salah seorang dari kalian wajib bershadaqah; setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, menyuruh berbuat baik adalah shadaqah, melarang dari yang mungkar adalah shadaqah, dan itu semua cukup dengan dua raka’at shalat Dhuha yang ia kerjakan”. (HR. Muslim)

Dari hadist ini jelas dikatakan bahwa kita wajib untuk melakukan sedekah setiap harinya. Namun jika kita tidak mampu untuk melakukan sedekah, kita bisa menggantinya dengan sholat dhuha sebanyak minimal 2 rakaat ¼ jam setelah munculnya matahari hingga ¼ jam sebelum masuk waktu sholat dzuhur.

Memang tidak ada dalil yang mengatakan bahwa keutamaan sholat dhuha adalah untuk melancarkan rezeki, namun ternyata sholat dhuha dapat mengganti sedekah dimana sedekah adalah amalan yang dapat memperlancar rezeki.

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. (Q.S Al-baqoroh 265)

KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA KEDUA: KEMBALI TAAT

“Tidaklah menjaga shalat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat). Inilah shalat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah; hasan)

Orang-orang yang menjaga sholat dhuhanya setiap hari akan dianggap sebagai orang yang kembali taat di jalan kebaikan islam.

KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA KETIGA: AKAN DITUNTASKAN SEMUA PERMASALAHAN SEPANJANG HARI

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

Dengan sholat dhuha sebanyak 4 rakaat (2×2), semua permasalahan kamu sepanjang hari insya allah akan lancar dan tuntas dengan hasil terbaik.

KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA KEEMPAT: MENDAPATKAN PAHALA LAYAKNYA PERGI HAJI & UMRAH

“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`: 6346).

Bayangkan, hanya dengan menunaikan sholat dhua kamu bisa memperoleh pahala layaknya menunaikan ibadah haji dan umrah. Sungguh besar kenikmatan Allah s.w.t

KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA KELIMA: AMAN DARI DOSA SEHARIAN

“Barangsiapa yang melakukan shalat dhuha maka akan di mapuni dosa-dosanya, sekalipun dosanya itu seperti buih di lautan. Sesuai dengan sebuah hadits Rasulullah yang di riwayatkan oleh Tirmidzi. Yaitu, ” Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, maka akan di ampuni dosa-dosanya oleh Allah. Sekalipun itu seperti buih di lautan.” [HR-Tirmidzi]

Keutamaan sholat dhuha yang terakhir adalah diampuninya dosa-dosa kamu selama 1 hari penuh. Jika setelah sholat dhuha kamu dengan tidak sengaja melakukan perbuatan dosa, maka dosa-dosa kamu akan diampuni dengan sendirinya.

Sungguh sangat disayangkan jika kita meninggalkan sholat dhuha, karena ini adalah sebuah kemudahan yang diberikan Allah s.w.t kepada umat islam. Dengan kemudahan-kemudahan yang diberikannya, tidak ada lagi alasan kita untuk mengeluh.

Semangat yuu istiqomahkan sholat Dhuha

Nara sumber: Miftah Fadhli

Kamis, 05 Mei 2016

Kebiasaan Langka

#Sebuah cerita dr group sebelah, semoga kita bisa mencontohnya.
Ada seorang sahabat, Hasan namanya, dia punya “kebiasaan” yg menurut saya agak langka.
Kalau beli sesuatu dari pedagang kecil, dia tidak mau menawar, malah sering kalau ada uang kembalian, selalu diberikan pd pedagang nya.
Pernah suatu hari saya ikut naik mobilnya, mampir di SPBU.
Dia berkata kpd Petugas SPBU : "Tolong diisi Rp 95 rb saja".
Sang petugas merasa heran, dan bertanya: “Tidak sekalian Rp 100 rb saja pak ?”
“Gak apa2, isi saja Rp 95 rb”, balas Hasan.
Selesai diisi bensin, Hasan memberikan uang Rp 100 rb. Sang petugas pun memberikan uang kembalian 5 rb.
Hasan berkata: “Gak usah, ambil saja kembaliannya.”
Sang petugas SPBU seperti tidak percaya. Ia pun berucap: “Wahh, Terima kasih Pak.." Senyumnya mengembang senang.
Saya tertegun dengan perilaku Hasan dan juga petugas tersebut.
Di dalam perjalanan, saya bertanya : “Sering melakukan hal seperti itu?”
Hasan menjawab: “Saya khan tidak mungkin bisa mengikuti semua perintah Allah. Jadi saya lakukan hal-hal kecil yg bisa saya lakukan, yg penting konsisten. Orang itu yg perlu kita bantu."
Rasanya saya tidak akan jatuh miskin jika setiap mengisi bensin bersedekah 5 ribu pada mereka. Uang 5 ribu itupun tdk akan membuat dia kaya tapi yg jelas sedikit membuat hatinya bahagia.
Saya tertegun, rupa nya ini yg sering para 'bijak' sampaikan, bahwa :
"Hiduplah tiap hari seperti matematika":
1. Mengalikan (x) kegembiraan,
2. Mengurangi (-) kesedihan,
3. Menambahkan (+) semangat,
4. Membagi (:) kebahagiaan,dan
5. Meng-quadratkan kasih sayang antar sesama.
Ternyata,
Bahagia itu Dekat,
Bahagia itu Mudah,
Bahagia itu Sederhana.