Tampilkan postingan dengan label mantra sihir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mantra sihir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2016

ANTARA SIHIR, KAROMAH, DAN MU'JIZAT

sihir - karomah - mukjizat

Imam Al-Maziri rahimahullaah berkata,

وَالْفَرْقُ بَيْنَ السِّحْرِ وَالْمُعْجِزَةِ وَالْكَرَامَةِ أَنَّ السِّحْرَ يَكُونُ بِمُعَانَاةِ أَقْوَالٍ وَأَفْعَالٍ حَتَّى يَتِمَّ لِلسَّاحِرِ مَا يُرِيدُ وَالْكَرَامَةُ لَا تَحْتَاجُ إِلَى ذَلِكَ بَلْ إِنَّمَا تَقَعُ غَالِبًا اتِّفَاقًا وَأَمَّا الْمُعْجِزَةُ فَتَمْتَازُ عَنِ الْكَرَامَةِ بِالتَّحَدِّي

"Dan perbedaan antara sihir, mu'jizat, dengan karomah, adalah sihir dapat terjadi dengan bantuan sejumlah bacaan dan perbuatan, sehingga semua yang diinginkan oleh tukang sihir tersebut terealisasi. Karomah tidak membutuhkan semua itu, bahkan umumnya terjadi secara kebetulan. Adapun mu'jizat, ia lebih unggul dari karomah karena adanya tantangan dalam mu'jizat itu sendiri." (Fathul Baari 10/223)

Ane rasa sudah tidak ada keraguan lagi tentang mu'jizat. Cuman yang jadi ganjelan adalah bagaimana cara membedakan antara sihir dengan karomah. Masih bingung bro? Nyok kite belajar, sambil gelar tiker.

Pertama, telah kita ketahui bersama bahwasanya sihir adalah sesuatu yang dilarang. 

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
اجتنبوا الموبقات: الشرك بالله والسحر
"Jauhilah perkara-perkara yang membinasakan, yaitu syirik kepada Allah dan sihir" (Shahih Bukhari no.5764)

Dan juga perbuatan sihir menyeret pelakunya pada kekafiran. 

Sebagaimana firman Allah Ta'ala,

وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَ ۚ  وَمَا کَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰـكِنَّ الشَّيٰـطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ ۙ  وَمَآ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَـکَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ  ؕ  وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَاۤ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْؕ ....
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa Kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir." ... (QS. Al-Baqarah: Ayat 102)

Apa itu Karomah

Kemudian bro, kite inget penjelasan Imam al Maziri rahimahullah bahwasanya karomah umumnya terjadi secara kebetulan. Jadi bukan didapat dengan belajar, atau diwariskan dari nasab yeee... catet!

Yang namanya sihir, tidak akan muncul kecuali dari orang fasiq. Sedangkan karomah tidak akan terjadi pada diri orang yang fasiq. Lalu apakah yang dimaksud wali Allah diberi karomah?

Kite lihat dulu deh, siapa itu yang dimaksud wali Allah.

اَ لَاۤ اِنَّ اَوْلِيَآءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ  
"Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Yunus: Ayat 62)

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَانُوْا يَتَّقُوْنَ
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa."
(QS. Yunus: Ayat 63)

Jadi bro, syarat dari wali Allah adalah harus beriman dan bertaqwa. 

Sebagaimana hal ini dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsir beliau. Maka dapat kita pahami bahwasanya wali Allah tidak akan melakukan perbuatan yang melanggar syari'at apalagi melalukan perbuatan yang dapat membatalkan keimananannya seperti sihir.

Al Hafidz Ibnu Hajar al Asqolani rahimahullah berkata,

وَيَنْبَغِي أَنْ يُعْتَبَرَ بِحَالِ مَنْ يَقَعُ الْخَارِقُ مِنْهُ فَإِنْ كَانَ مُتَمَسِّكًا بِالشَّرِيعَةِ مُتَجَنِّبًا لِلْمُوبِقَاتِ فَالَّذِي يَظْهَرُ عَلَى يَدِهِ مِنَ الْخَوَارِقِ كَرَامَةٌ وَإِلَّا فَهُوَ سِحْرٌ
"Harus diperhatikan juga keadaan orang yang mendapatkan hal yang di luar kebiasaan tersebut. Jika ia adalah orang yang berpegang teguh kepada syari'at dan menjauhi segala dosa yang membinasakan, maka hal luar biasa yang terjadi padanya adalah karomah. Jika tidak demikian keadaannya, maka itu adalah sihir." (Fathul Baari 10/223)

Serupa dengan apa yang telah disampaikan oleh Imam Asy-Syafi'i,

وقد قال يونس بن عبد الأعلى الصدفي : قلت للشافعي : كان الليث بن سعد يقول : إذا رأيتم الرجل يمشي على الماء ويطير في الهواء فلا تغتروا به حتى تعرضوا أمره على الكتاب والسنة ، فقال الشافعي : قصر الليث رحمه الله ، بل إذا رأيتم الرجل يمشي على الماء ويطير في الهواء فلا تغتروا به حتى تعرضوا أمره على الكتاب والسنة
"Yunus bin 'Abdil A'la berkata ; "Aku berkata kepada Asy-Syafi'i : Al-Laits bin S'ad berkata : Jika kalian melihat seseorang berjalan di atas air maka janganlah kalian tertipu olehnya hingga kalian menimbang perkaranya di atas Al-Qur'an dan As-Sunnah." Maka Asy-Syafi'i berkata, "Al-Laits rahimahullah masih kurang, bahkan jika kalian melihat seseorang berjalan di atas air dan terbang di atas udara maka janganlah terpedaya olehnya hingga kalian menimbang perkaranya di atas Al-Qur'an dan As-Sunnah" (Aadaab Asy-Syaafi'i wa Manaaqibuhu hal. 184)

Pertanyaannya, bagaimana jika ada sesorang yang mengaku mengetahui hal yang ghaib? 

Bagaimana dengan orang yang dapat mengetahui hal ghaib?
Dapat membaca pikiran, atau menebak masa depan?
Apakah bisa disebut wali???

Jawabannya TIDAK

وَعِنْدَهٗ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَاۤ اِلَّا هُوَ  ؕ  وَيَعْلَمُ مَا فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ  ؕ  وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَّرَقَةٍ اِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِيْ ظُلُمٰتِ الْاَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَّلَا يَابِسٍ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
"Dan kunci-kunci semua yang ghaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS. Al-An'am: Ayat 59)

قُلْ لَّا يَعْلَمُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ الْغَيْبَ اِلَّا اللّٰهُ  ؕ  وَمَا يَشْعُرُوْنَ اَيَّانَ يُبْعَثُوْنَ
"Katakanlah (Muhammad), "Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan."" (QS. An-Naml: Ayat 65)

Terus..., bagaimana dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kok bisa tau kejadian yang akan menimpa ummatnya?


Nganu bro.... Allah Ta'ala berfirman,

قُلْ لَّاۤ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ نَـفْعًا وَّلَا ضَرًّا اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ    ؕ  وَلَوْ كُنْتُ اَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ   ۖ    ۛ   وَمَا مَسَّنِيَ السُّۤوْءُ     ۛ   اِنْ اَنَاۡ اِلَّا نَذِيْرٌ وَّبَشِيْرٌ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang ghaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman."" (QS. Al-A'raf: Ayat 188)

Jadi tidak betul jika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tau yang ghaib. Terus darimana beliau Shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan kejadian yang akan menimpa ummatnya? Jawabannya, dari apa yang diwahyukan... catet!

قُلْ لَّاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ عِنْدِيْ خَزَآئِنُ اللّٰهِ وَلَاۤ اَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ اِنِّيْ مَلَكٌ  ۚ  اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰٓى اِلَيَّ    ؕ  قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْاَعْمٰى وَالْبَصِيْرُ   ؕ  اَفَلَا تَتَفَكَّرُوْنَ
"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku." Katakanlah, "Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"" (QS. Al-An'am: Ayat 50)

So... apabila ada yang ngaku mengetahui yang ghaib, bagaimana?

Secara tidak langsung dia mengaku menjadi nabi atau rasul, bahkan melebihi kemampuan para nabi dan rasul berdasarkan nash yang ada. Keprimen soon....?!

Orang yang seperti itu, meskipun bersorban atau berjubah putih BUKANlah wali Allah melainkan wali syaithan.

Ia adalah salah satu dari kelima jenis thaghut yang harus dijauhi.

وَلَـقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ ۚ  فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللّٰهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُ   ؕ  فَسِيْرُوْا فِيْ الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ
"Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah, dan jauhilah Thaghut", kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di Bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)." (QS. An-Nahl: Ayat 36)

لَاۤ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِ ۙ  ۙ   قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ  فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى ۙ  لَا انْفِصَامَ لَهَا   ؕ  وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: Ayat 256)

Wallaahu a'lam bish shawwab
#yukbelajartauhid

Abu Zakaria
Rumah Rehab Hati Qur'anic Healing Gresik - Ruqyah Syar'iyyah Gresik
Perum Gresik Kota Baru
Jl. Jawa No. 83 Kelurahan Yosowilangun Kecamatan Manyar Gresik

==========================
Untuk Informasi Ruqyah Syar'iyyah di kota Anda, silahkan pilih kontak CP terdekat di bawah ini :
#Rumah Rehab Jember
#Rumah Rehab Surabaya
#Rumah Rehab Mojokerto
#Rumah Rehab Sidoarjo
#Rumah Rehab Gresik
#Rumah Rehab Bangkalan
#Rumah Rehab Malang
#Rumah Rehab Tuban
#Rumah Rehab Tulungagung

Jumat, 25 September 2015

Sebab Kenapa kena sihir?


Hanya ada 2 sebab kenapa orang bisa terkena sihir :
1. Dikirimi sihir✅
2. Allah mengizinkan sihir tsb terjadi.✅

👆👆kenapa Allah mengizinkan sihir tsb terjadi pada ybs??👆👆

➡ ada 4 sebab Allah mengizinkan sihir menimpa seseorang, Jika salah satu  terpenuhi, maka biidznillah, akan terkena sihir :

1. LALAI menjalankan sunnah harian, diantaranya ruqyah mandiri✅
2.Ada perintah Allah yg dilanggar, diantaranya masih memelihara penyakit hati, riba dll✅
3. Aqidahnya tidak/kurang murni dan kuat✅
4.  Allah mengizinkan sihir tsb terjadi sebagai bentuk Ujian, teguran bahkan Azab✅ 

➡ sebagai ujian, karena Allah menghendaki kebaikan pada ybs untuk mengangkat derajatnya, dan menghapus dosa2nya. Sebagai teguran, agar ybs mengambil hikmah (intropeksi, taubat dll). Dan sebagai azab,  maka murni karena dosa ybs.

Jadi bukan semata2 no 3❗❗, yakni rusaknya akidah, karena banyak roqii juga pernah kena sihir (jk tidak pada dirinya, pada anak/istri) padahal aqidah roqii termasuk kokoh. NABI pun sebelum turun Al Falaq dan An Naas, pernah terkena sihir.

Bahkan dukun yg tidak berakidah, ada juga yang tdk mempan sihir. Bahkan dgn penuh takabur menyatakan dirinya kebal sihir diiklan2.

Jadi, seseorang BISA terkena sihir jika dia disihir dan Allah mengizinkan sihir tsb terjadi. 

Wallahu a'lam




====================================

Info Penting Terkait Seluk Beluk Ruqyah, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------

Pemahaman apa itu Ruqyah, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :



-----------------------------------------------

Apa saja penyakit yang bisa diruqyah?
Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------

Bagaimana Ruqyah dapat Terlarang?

Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------

Tanda" Gangguan Sihir dan Jin dalam diri bisa ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------

Pintu masuk Gangguan Jin pada diri, sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


------------------------------------------------

Tempat" yang diindikasikan banyak syaitan, sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


------------------------------------------------

Hukum minta diruqyah, Ingin lebih memahami tentang bagaimana hukumnya meminta bantuan untuk Diruqyah? Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-------------------------------------------------

Bagaimana Hukumnya Ruqyah Di Bulan Ramadhan? Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-------------------------------------------------

Silahkan Download Ayat Al-Qur'an yang Dipergunakan Dalam Prosesi Ruqyah, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-------------------------------------------------

Ciri anak yang terkena gangguan JIN, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-------------------------------------------------

Ibu A : “Ini loh, anak saya belum genap dua tahun paling pintar diantara teman – teman sebayanya. Sudah bisa lari – lari, udah pinter ngomong, makannya lahap, makanya badannya montok. Duh, senengnya…”

Ibu B : “Baguslah, iya Si A emang pinter ya? Anak saya malah baru bisa jalan lebih dari 15 bulan. Makannya juga susah banget nih…”

Malamnya, si A rewel tidak seperti biasanya. Tidak mau menyusu. Kejadian itu berlangsung terus menerus hingga beberapa bulan lamanya. Tibalah waktunya si A disapih, namun dia masih enggan makan. Sepanjang malam rewel tanpa sebab, sehingga membuat badannya kurus kering. Sering sakit dan tidak lincah seperti sebelumnya. Setelah periksa ke DSA (Dokter Spesialis Anak), sang Dokter pun mengatakan tidak ada indikasi medis apapun.

Penyakit ‘ain itu benar-benar ada dan bukan khurafat yang dihubung-hubungkan dengan pujian. Sebagaimana anggapan sebagian besar masyarakat Indonesia bahwa pujian kepada seorang anak akan menyebabkan sakit. Jadi bukan pujian yang menyebabkan dampak buruk bagi anak yang dipujinya, melainkan bermula dari pandangan mata sang pemujinya, baik pujian itu karena ada rasa iri atau karena benar-benar ada kekaguman.

Apa itu Penyakit ‘Ain?

Silahkan Klik ➡ http://j.mp/BahayaPenyakitAin

-------------------------------------------------

Tata Cara Ruqyah Mandiri dengan Surat Al-Baqarah, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :



-------------------------------------------------

Pengen Tahu Apakah Perceraian Ada Hubungan Dengan Sihir? Dan Apakah Sesungguhnya Yang Terjadi Dengan Perceraian? Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-------------------------------------------------

Bagaimana Hukum Jimat yang Bertuliskan Al-Qur'an? Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-------------------------------------------------

Panduan Terapi Pasca Ruqyah,  Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------

Sebagai Renungan Jiwa Kita agar Menjadi Lebih Baik Lagi Ke Depannya, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------

Ternyata Kita Teramat Akrab Dengan Foto, Bahkan Tidak Jarang Kita Suka Selfie dan Menggugahnya Ke Sosial Media, Namun Apakah Ada Dampak Foto Bagi Kita? Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


------------------------------------------------

Apakah kita mendapatkan Ujian ataukah Adzab dari Allah? Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


------------------------------------------------

Ilmu tentang Taaruf, ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------

Info ttg Program Cicilan Heiwan Qurban Idul Adha 2016M / 1437H, bisa ditengok (klik) dalam tautan berikut :



-----------------------------------------------------

Info tentang Rekrutmen Sahabat Pengendara Ojek Syari (khusus Muslimah), bisa ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------------

INFO PENTING @akademipranikah

KELAS PERNIKAHAN ISLAMI di SURABAYA bisa ditengok (klik) dalam tautan berikut :


BONUS : Kupon DISKON 20% kelas Pernikahan

Sihir dalam Pandangan ISLAM


Dunia sihir dan perdukunan telah tersebar di tengah-tengah masyarakat, mulai dari masyarakat desa hingga menjamah ke daerah kota. Mulai dari sihir peletsantet, dan “aji-aji” lainnya. Berbagai komentar dan cara pandang pun mulai bermunculan terkait masalah tukang sihir dan ‘antek-antek’-nya. Sebagai seorang muslim, tidaklah kita memandang sesuatu melainkan dengan kaca mata syariat, terlebih dalam perkara-perkara ghaib, seperti sihir dan yang semisalnya. Marilah kita melihat bagaimanakah syariat Islam yang mulia ini memandang dunia sihir dan ‘antek-antek’-nya.

Makna Sihir

Sihir dalam bahasa Arab tersusun dari huruf ر, ح, س (siin, kha, dan ra), yang secara bahasa bermakna segala sesuatu yang sebabnya nampak samar.[1] Oleh karenanya kita mengenal istilah ‘waktu sahur’ yang memiliki akar kata yang sama, yaitu siin, kha dan ra, yang artinya waktu ketika segala sesuatu nampak samar dan “remang-remang”.[2]
Seorang pakar bahasa, Al Azhari mengatakan, “Akar kata sihir maknanya adalah memalingkan sesuatu dari hakikatnya. Maka ketika ada seorang menampakkan keburukan dengan tampilan kebaikan dan menampilkan sesuatu dalam tampilan yang tidak senyatanya maka dikatakan dia telah menyihir sesuatu”.[3]
Para ulama memiliki pendapat yang beraneka ragam dalam memaknai kata ‘sihir’ secara istilah. Sebagian ulama mengatakan bahwa sihir adalah benar-benar terjadi ‘riil’, dan memiliki hakikat. Artinya, sihir memiliki pengaruh yang benar-benar terjadi dan dirasakan oleh orang yang terkena sihir. Ibnul Qudamahrahimahullah mengatakanSihir adalah jampi atau mantra yang memberikan pengaruh baik secara zhohir maupun batin, semisal membuat orang lain menjadi sakit, atau bahkan membunuhnya, memisahkan pasangan suami istri, atau membuat istri orang lain mencintai dirinya (pelet-pent)”.[4]
Namun ada ulama lain yang menjelaskan bahwa sihir hanyalah pengelabuan dan tipuan mata semata, tanpa ada hakikatnya. Sebagaimana dikatakan oleh Abu Bakr Ar Rozi, “(Sihir) adalah segala sesuatu yang sebabnya samar dan bersifat mengalabui, tanpa adanya hakikat, dan terjadi sebagaimana muslihat dan tipu daya semata.”[5]

Sebenarnya Adakah Sihir Itu?

Sebagaimana yang disinggung di depan, bahwa terdapat persilangan pendapat tentang kebenaran hakikat sihir. ‘Apakah sihir hakiki?’, ‘Apakah orang yang terkena sihir, benar-benar merasakan pengaruhnya?’, ‘Atau kah sihir hanya sebatas tipuan mata dan tipu muslihat semata?’
Abu Abdillah Ar Rozi rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan “Kelompok Mu’tazilah (kelompok sesat-pent) mengingkari adanya sihir dalam aqidah mereka. Bahkan mereka tidak segan-segan mengkafirkan orang yang meyakini kebenaran sihir. Adapun ahli sunnah wal jama’ah, meyakini bahwa mungkin saja ada orang yang bisa terbang di angkasa, bisa merubah manusia menjadi keledai, atau sebaliknya. Akan tetapi meskipun demikian ahli sunnah meyakini bahwa segala kejadian tersebut atas izin dan taqdir dari Allah ta’ala”. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan mereka itu (para tukang sihir) tidak akan memberikan bahaya kepada seorang pun melainkan dengan izin dari Allah” (QS. Al Baqarah : 102)
Al Qurthubi rahimahullahu mengatakan, “Menurut ahli sunnah wal jama’ah, sihir  itu memang ada dan memiliki hakikat, dan Allah Maha Menciptakan segala sesuatu sesuai kehendak-Nya, keyakinan yang demikian ini berbeda dengan keyakinan kelompok Mu’tazilah.”[6]
Inilah keyakinan yang benar, insya Allah. Banyak sekali kejadian, baik di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau pun masa-masa setelahnya yang menunjukkan secara kasat mata bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh. Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah disihir oleh Lubaid bin Al A’shom Al Yahudi hingga beliau jatuh sakit? Kemudian karenanya Allah ta’ala menurunkan surat al Falaq dan surat An Naas (al mu’awidaztain) sebagai obat bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.[7]
Hal ini sangat jelas menunjukkan bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh terhadap orang yang terkena sihir.
Namun tidaklah dipungkiri, bahwa ada jenis-jenis sihir yang tidak memiliki hakikat, yaitu sihir yang hanya sebatas pengelabuan mata, tipu muslihat, “sulapan”, dan yang lainnya. Jenis-jenis sihir yang demikian inilah yang dimaksudkan oleh perkataan beberapa ulama yang mengatakan bahwa sihir tidaklah memiliki hakikat, Allahu A’laam.[8]

Hukum “Main-Main” dengan Sihir

Sihir termasuk dosa besar, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jauhilah dari kalian tujuh perkara yang membinasakan! Para shahabat bertanya,Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Apakah tujuh perkara tersebut?Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, [1]menyekutukan Allah, [2]sihir, [3]membunuh seorang yang Allah haramkan untuk dibunuh, kecuali dengan alasan yang dibenarkan syariat, [4]mengkonsumsi riba, [5]memakan harta anak yatim, [6]kabur ketika di medan perang, dan [7]menuduh perempuan baik-baik dengan tuduhan zina” (HR. Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abu Hurairah)

Kafirkah Tukang Sihir?

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Nabi Sulaiman tidaklah kafir, akan tetapi para syaitan lah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia” (Al Baqarah : 102)
Imam Adz Dzahabi rahimahullah berdalil dengan ayat di atas untuk menegaskan bahwa orang yang mempraktekkan ilmu sihir, maka dia telah kafir. Karena tidaklah para syaitan mengajarkan sihir kepada manusia melainkan dengan tujuan agar manusia menyekutukan Allah ta’ala.[9]
Syaikh As Sa’diy rahimahullah menjelaskan bahwa ilmu sihir dapat dikategorikan sebagai kesyirikan dari dua sisi.
[Pertama] orang yang mempraktekkan ilmu sihir adalah orang yang meminta bantuan kepada para syaitan dari kalangan jin untuk melancarkan aksinya, dan betapa banyak orang yang terikat kontrak perjanjian dengan para syaitan tersebut akhirnya menyandarkan hati kepada mereka, mencintai mereka, ber-taqarrub kepada mereka, atau bahkan sampai rela memenuhi keinginan-keinginan mereka.
[Keduaorang yang mempelajari dan mempraktekkan ilmu sihir adalah orang yang mengaku-ngaku mengetahui perkara ghaib. Dia telah berbuat kesyirikan kepada Allah dalam pengakuannya tersebut (syirik dalam rububiyah Allah), karena tidak ada yang mengetahui perkara ghaib melainkan hanya Allah ta’ala semata.[10]
Syaikh Ibnu ’Utsaimin rahimahullah merinci bahwa orang yang mempraktekkan sihir, bisa jadi orang tersebut kafir, keluar dari Islam, dan bisa jadi orang tersebut tidak kafir meskipun dengan perbuatannya tersebut dia telah melakukan dosa besar.
[PertamaTukang sihir yang mempraktekkan sihir dengan memperkerjakan tentara-tentara syaitan, yang pada akhirnya orang tersebut bergantung kepada syaitan, ber-taqarrub kepada mereka atau bahkan sampai menyembah mereka. Maka yang demikian tidak diragukan tentang kafirnya perbuatan semacam ini.
[Kedua] Adapun orang yang mempraktekkan sihir tanpa bantuan syaitan, melainkan dengan obat-obatan berupa tanaman ataupun zat kimia, maka sihir yang semacam ini tidak dikategorikan sebagai kekafiran.[11]
Hukuman Bagi Tukang Sihir
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah suatu ketika, di akhir kekhalifahan beliau, mengirimkan surat kepada para gubernur, sebagaimana yang dikatakan oleh Bajalah bin ‘Abadah radhiyallahu ‘anhu, “Umar bin Khattab menulis surat (yang berbunyi): ‘Hendaklah kalian (para pemerintah gubernur) membunuh para tukang sihir, baik laki-laki ataupun perempuan’”.[12]
Dalam kisah Umar radhiyallahu ‘anhu di atas memberikan pelajaran bagi kita, bahwa hukuman bagi tukang sihir dan ‘antek-antek’-nya adalah hukuman mati. Terlebih lagi terdapat sebuah riwayat, meskipun riwayat tersebut diperselisihkan oleh para ulama tentang status ke-shahihan-nya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hukuman bagi tukang sihir adalah dipenggal dengan pedang”[13]
Dalam kisah Umar di atas pun juga memberikan pelajaran penting bagi kita, bahwa menjadi kewajiban pemerintah tatkala melihat benih-benih kekufuran, hendaklah pemerintah menjadi barisan nomor satu dalam memerangi kekufuran tersebut dan memperingatkan masyarakat tentang bahayanya kekufuran tersebut, sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Allahu A’laam.

Bolehkah Mengobati Sihir dengan Sihir?[14]

Inilah yang mungkin menjadi kerancuan di benak masyarakat, yang kemudian kerancuan ini menjadikan mereka membolehkan belajar sihir, karena alasan “keadaan darurat”. Terlebih lagi tatkala sihir yang digunakan untuk mengobati sihir terkadang terbukti manjur dan mujarab. Bukankah segala sesuatu yang haram pada saat keadaan darurat, akan menjadi mubah? Bukankah ketika di tengah hutan, tidak ada bahan makan, bangkai pun menjadi boleh kita makan?
Saudaraku, memang syariat membolehkan perkara yang haram tatkala keadaan darurat, sampai-sampai para ulama membuat sebuah kaidah fiqhiyah,“Keadaan yang darurat dapat merubah hukum larangan menjadi mubah”
Namun kita pelu cermati bahwa para ulama pun juga memberikan catatan kaki terhadap kaidah yang agung ini. Terdapat sedikitnya dua syarat yang harus dipenuhi untuk mengamalkan kaidah ini.
[Pertama] Tidak ada obat lain yang dapat menyembuhkan sihir, selain dengan sihir yang semisal. Pada kenyataannya tidaklah terpenuhi syarat pertama ini. Syariat telah memberikan obat dan jalan keluar yang lebih syar’i untuk menangkal dan mengobati gangguan sihir. Bukankah syari’at telah menjadikan Al Quran sebagai obat, lah ada dan teruqyah-ruqyah syar’i yang telah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
[Kedua] Sihir yang digunakan harus terbukti secara pasti dapat menyembuhkan dan menghilangkan sihir. Dan setiap dari kita tidaklah ada yang dapat memastikan hal ini, karena semua hal tersebut adalah perkara yang ghaib.[15]
Maka dengan ini jelaslah bahwa mempelajari sihir, apapun alasannya adalah terlarang, bahkan diancam dengan kekufuran, Allah ta’ala telah tegaskan di dalam firmannya (yang artinya), ”Dan tukang sihir itu tidaklah menang, dari mana pun datangnya.” (QS. Ath Thaahaa: 69). Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi rahimahullah berkata dalam tafsirnya, “Ayat ini mencakup umum, segala macam kemenangan dan keberuntungan akan ditiadakan dari para tukang sihir, terlebih lagi Allah tekankan dengan firman-Nya, ‘dari mana pun datangnya’. Dan secara umum, tidaklah Allah meniadakan kemenangan dari seseorang, melainkan dari orang kafir.”[16]
Washallallahu ‘ala Nabiyina Muhammad wa ‘ala Aalihi wa Ashahabihi wa sallam.

Penulis: Hanif Nur Fauzi

[1] Lihat Lisanul ‘Arab, Ibnul Mandzur, Asy Syamilah
[2] Al Qoulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Cet. Dar Ibnul Jauzy, jilid 1, hal. 489.
[3] Dikutip dari Haqiqatus Sihri wa Hukmuhu fil Kitabi was Sunnah, Syaikh Dr. ‘Iwaad bin Abdillah Al Mu’tiq
[4] Al Kaafi fi Fiqh Al Imam Ahmad, Ibnu Qudamah Al Maqdisi, Asy Syamilah
[5] Dikutip dari Haqiqatus Sihri wa Hukmuhu fil Kitabi was Sunnah, Syaikh Dr. ‘Iwaad bin Abdillah Al Mu’tiq
[6] Dikutip dari Tafsir Ibnu Tafsir, Asy Syamilah
[7] Tafsir Ibnu Katsir, Asy Syamilah
[8] Lihat Haqiqatus Sihri wa Hukmuhu fil Kitabi was Sunnah, Syaikh Dr. ‘Iwaad bin Abdillah Al Mu’tiq
[9] Syarah Al Kabaair Lil Imam Adz Dzahabi, Ibnu ‘Utsaimin, Cet. Dar Al Kutub ‘Ilmiyah, hal. 20
[10] Al Qoulu As Sadiid, Syaikh Abdurrahman As Sa’diy, Cet. Dar Al Qobsi, hal. 182
[11] Al Qoulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Cet. Dar Ibnul Jauzy, Jilid 1, hal. 490
[12] Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shohih.
[13] Hadits diriwayatkan oleh Tirmidzi, Hakim, dan lain-lain. Adz Dzahabi mengatakan bahwa hadits ini shahih ghorib sebagaimana ta’liq Adz Dzahabi dalam At Talkhish. Sedangkan Syaikh Al Albani menyatakan bahwa hadits ini dho’if (lemah) sebagaimana disebutkan dalam Dho’iful Jaami’ no. 2699. (ed)
[14] Penjelasan tentang sub judul ini kami ringkaskan dari penjelasan Syaikh Abdul Aziiz bin Muhammad As Sa’iid, dalam artikel beliau berjudul “Hukmu Hilli Sihri ‘anil Mashuuri bi Sihri Mitslihi”, lihat http://www.al-sunna.net/articles/file.php?id=112
[15] Lihat penjelasan tentang syarat kaidah ini dalam Mandzumah Ushul Fiqh, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, hal. 77
[16] Lihat Ad waa’ul Bayan, Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi, Asy Syamilah




====================================

Info Penting Terkait Seluk Beluk Ruqyah, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------

Pemahaman apa itu Ruqyah, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :



-----------------------------------------------

Apa saja penyakit yang bisa diruqyah?
Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------

Bagaimana Ruqyah dapat Terlarang?

Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------

Tanda" Gangguan Sihir dan Jin dalam diri bisa ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------

Pintu masuk Gangguan Jin pada diri, sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


------------------------------------------------

Tempat" yang diindikasikan banyak syaitan, sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


------------------------------------------------

Hukum minta diruqyah, Ingin lebih memahami tentang bagaimana hukumnya meminta bantuan untuk Diruqyah? Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-------------------------------------------------

Bagaimana Hukumnya Ruqyah Di Bulan Ramadhan? Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-------------------------------------------------

Silahkan Download Ayat Al-Qur'an yang Dipergunakan Dalam Prosesi Ruqyah, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-------------------------------------------------

Ciri anak yang terkena gangguan JIN, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-------------------------------------------------

Ibu A : “Ini loh, anak saya belum genap dua tahun paling pintar diantara teman – teman sebayanya. Sudah bisa lari – lari, udah pinter ngomong, makannya lahap, makanya badannya montok. Duh, senengnya…”

Ibu B : “Baguslah, iya Si A emang pinter ya? Anak saya malah baru bisa jalan lebih dari 15 bulan. Makannya juga susah banget nih…”

Malamnya, si A rewel tidak seperti biasanya. Tidak mau menyusu. Kejadian itu berlangsung terus menerus hingga beberapa bulan lamanya. Tibalah waktunya si A disapih, namun dia masih enggan makan. Sepanjang malam rewel tanpa sebab, sehingga membuat badannya kurus kering. Sering sakit dan tidak lincah seperti sebelumnya. Setelah periksa ke DSA (Dokter Spesialis Anak), sang Dokter pun mengatakan tidak ada indikasi medis apapun.

Penyakit ‘ain itu benar-benar ada dan bukan khurafat yang dihubung-hubungkan dengan pujian. Sebagaimana anggapan sebagian besar masyarakat Indonesia bahwa pujian kepada seorang anak akan menyebabkan sakit. Jadi bukan pujian yang menyebabkan dampak buruk bagi anak yang dipujinya, melainkan bermula dari pandangan mata sang pemujinya, baik pujian itu karena ada rasa iri atau karena benar-benar ada kekaguman.

Apa itu Penyakit ‘Ain?

Silahkan Klik ➡ http://j.mp/BahayaPenyakitAin

-------------------------------------------------

Tata Cara Ruqyah Mandiri dengan Surat Al-Baqarah, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :



-------------------------------------------------

Pengen Tahu Apakah Perceraian Ada Hubungan Dengan Sihir? Dan Apakah Sesungguhnya Yang Terjadi Dengan Perceraian? Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-------------------------------------------------

Bagaimana Hukum Jimat yang Bertuliskan Al-Qur'an? Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-------------------------------------------------

Panduan Terapi Pasca Ruqyah,  Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------

Sebagai Renungan Jiwa Kita agar Menjadi Lebih Baik Lagi Ke Depannya, Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------

Ternyata Kita Teramat Akrab Dengan Foto, Bahkan Tidak Jarang Kita Suka Selfie dan Menggugahnya Ke Sosial Media, Namun Apakah Ada Dampak Foto Bagi Kita? Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


------------------------------------------------

Apakah kita mendapatkan Ujian ataukah Adzab dari Allah? Sila ditengok (klik) dalam tautan berikut :


------------------------------------------------

Ilmu tentang Taaruf, ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------

Info ttg Program Cicilan Heiwan Qurban Idul Adha 2016M / 1437H, bisa ditengok (klik) dalam tautan berikut :



-----------------------------------------------------

Info tentang Rekrutmen Sahabat Pengendara Ojek Syari (khusus Muslimah), bisa ditengok (klik) dalam tautan berikut :


-----------------------------------------------------

INFO PENTING @akademipranikah

KELAS PERNIKAHAN ISLAMI di SURABAYA bisa ditengok (klik) dalam tautan berikut :


BONUS : Kupon DISKON 20% kelas Pernikahan